Kota Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mencatat rata-rata tingkat hunian hotel mengalami peningkatan signifikan sejak Juli hingga pertengahan Oktober 2025 dengan mencapai angka 90 persen.
Farhan mengungkapkan peningkatan itu terlihat dari sektor pariwisata dan perhotelan yang terdorong oleh berbagai acara yang digelar di Kota Bandung.
“Sejak Juli sampai sekarang, tingkat hunian hotel di Bandung luar biasa tinggi. Saat ada acara besar kemarin seperti Asia Africa Festival, Pasar Seni ITB, dan event lain, hotel berbintang bisa mencapai 90 persen okupansi,” kata Farhan di Bandung, Rabu.
Sedangkan hotel melati, kata Farhan, mencatatkan tingkat hunian sekitar 40 persen. Dalam periode sekitar tiga minggu terakhir, perputaran uang dari sektor ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Bandung akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar.
“Kita terus genjot penyelenggaraan event karena Bandung ini kota ekonomi retail. Menurut BPS juga, kuncinya memang harus ada event,” kata dia.
Meski demikian, Farhan ia bahwa ada tantangan yang akan dihadapi menjelang akhir tahun, terutama setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Setelah musim libur Nataru selesai, biasanya ekonomi akan melambat. Masyarakat mulai menahan belanja untuk persiapan Lebaran yang diperkirakan jatuh di Februari atau Maret,” katanya.
Ia juga menyoroti temuan menarik dari pergerakan ekonomi saat ini. Walaupun jumlah kunjungan wisatawan tinggi, nilai transaksi per orang justru menurun.
“Yang datang banyak, tapi belanjanya tidak sebanyak yang kita harapkan. Kebanyakan belanja di sektor informal,” kata Farhan.
