Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi kegiatan Pasar Seni yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), setelah vakum selama 11 tahun.
Farhan menyampaikan dukungannya agar Pasar Seni ITB dapat digelar secara rutin setiap tahun.
“Terima kasih kepada ITB, khususnya FSRD, yang telah memberikan kesempatan bagi Kota Bandung menjadi tuan rumah the biggest homecoming of ITB alumni in Indonesia. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin, cukup diselenggarakan setahun sekali agar tetap menjadi momen yang istimewa,” kata Farhan melalui siaran persnya, Senin.
Tahun ini, Pasar Seni ITB bertema “Setakat Lekat” yang merepresentasikan keterhubungan manusia dengan teknologi, kemanusiaan, kreativitas, dan kebersamaan.
Sementara itu, Rektor ITB Prof, Tatacipta Dirgantara mengatakan bahwa Pasar Seni ITB bukan sekadar festival, melainkan ekosistem yang merefleksikan kehidupan manusia yang terus hidup dan berdetak.
“Seni, ITB, dan masyarakat bersatu melalui keberanian dan kejujuran berekspresi. Semoga seni tidak hanya menghibur, tetapi juga menyadarkan dan menyemai kembali nilai kemanusiaan di tengah kehidupan modern,” kata Tata.
Ia menambahkan, Pasar Seni ITB 2025 menghadirkan tiga panggung utama, lima wahana, 200 lebih stan, dan lebih dari 100 komunitas seni.
