Dari dalam negeri, utang luar negeri tercatat meningkat menjadi 431,9 miliar dolar AS, sementara pelemahan penerimaan pajak mendorong pemerintah menimbang penurunan tarif PPN untuk menjaga daya beli.
Danantara Indonesia melakukan efisiensi besar dengan memangkas komisaris dan bonus BUMN, atau menghemat Rp8,28 triliun per tahun, sedangkan Kementerian Keuangan meluncurkan kanal “Lapor Pak Purbaya” untuk memperkuat transparansi fiskal.
Pada perdagangan Rabu (15/10), bursa saham Eropa ditutup variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,89 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,30 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,23 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 1,99 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup variatif pada perdagangan Rabu (15/10), diantaranya S&P 500 menguat 0,40 persen ke 6.671,31, indeks Nasdaq menguat 0,68 persen ke 24.745,70, sementara Dow Jones melemah 17,15 persen ke 46.253,46.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 349,83 poin atau 0,74 persen ke 48.032,80, indeks Shanghai menguat 7,05 poin atau 0,16 persen ke 3.919,25, indeks Hang Seng menguat 35,90 poin atau 0,09 persen ke 25.924,50, dan indeks Strait Times melemah 17,61 poin atau 0,40 persen ke 4.350,07.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat seiring ekspektasi moneter longgar di sisa 2025
