Meskipun aktivitas sebagian lembaga federal masih terhenti, lanjutnya, investor menganggap efek jangka pendek terhadap kebijakan The Fed relatif kecil.
“Dolar AS bergerak stabil, sementara imbal hasil obligasi AS sedikit menurun seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober,” ujar dia.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore menguat sebesar 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.568 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat ke level Rp16.534 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.606 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat seiring rencana pemerintah salurkan SAL ke bank daerah
