Komponen harga diatur pemerintah (administered price) mengalami inflasi sebesar 0,06 persen dan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Sementara komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 0,52 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen.
Secara tahunan, inflasi umum tercatat sebesar 2,65 persen year on year (yoy), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,93 pada September 2024 menjadi 108,74 pada September 2025.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 5,01 persen dan andil inflasi sebesar 1,43 persen. Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah komoditas cabai merah.
Seluruh komponen tercatat mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,19 persen. Sementara inflasi harga diatur pemerintah sebesar 1,10 persen serta inflasi harga bergejolak sebesar 6,44 persen.
Baca juga: Impor barang modal RI naik 17,94 persen periode Januari-Agustus 2025
Baca juga: Emas perhiasan alami inflasi 25 bulan berturut-turut, sebut BPS
Baca juga: BPS sebut cabai hingga daging ayam ras sumbang inflasi bulanan 0,21 persen
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS: Beras jadi salah satu komoditas peredam inflasi September 2025
