Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak terjamin gizi, kebersihan, dan kesehatannya.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo dalam keterangannya di Cirebon, Minggu, mengatakan pengawasan dilakukan menyeluruh mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan di sekolah.
“Setiap makanan dalam program MBG harus bergizi, segar, bersih, dan sehat. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” katanya.
Ia menegaskan Dinas Kesehatan bersama instansi terkait lainnya, sudah dilibatkan langsung untuk mengawasi dapur MBG agar seluruh standar yang ditetapkan terpenuhi.
Menurut dia, saat ini terdapat empat dapur di Kota Cirebon yang sudah beroperasi untuk membantu melaksanakan program MBG.
Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, yang turut berperan dalam penyelenggaraan dapur MBG sebagai mitra pemerintah.
“Kami ingin nama baik Kota Cirebon tetap terjaga sekaligus memastikan anak-anak memperoleh nutrisi seimbang,” ujarnya.
Selain bahan makanan, kata dia, perhatian besar juga diberikan pada kondisi fisik dapur karena fasilitas tersebut harus bersih dan layak agar makanan yang dihasilkan aman dikonsumsi.
Edo berharap, keberadaan dapur MBG yang memenuhi standar saat ini, dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk membentuk dapur serupa.
Pihaknya memastikan dengan pengawasan yang ketat, program MBG dapat memberi manfaat nyata bagi kesehatan anak-anak.
“Selain kualitas gizi, kebersihan dapur juga menjadi perhatian serius. Lingkungan dapur harus terjaga agar mutu makanan tetap baik,” katanya.
Baca juga: Pemkot Cirebon sebut MPP layani 8.412 pemohon hingga Agustus
Baca juga: Pemkot Cirebon mengoperasikan sistem peringatan dini gempa
Baca juga: Pemkot memastikan kerang hijau hasil budidaya di Cirebon aman dikonsumsi
