Antarajabar.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Jawa Barat, berikan imunisasi measles-rubela bagi 616.961 orang penduduk Cianjur dengan rentang usia 9 bulan sampai sebelum 15 tahun.
        
"Pelaksanaan pemberian vaksin dimulai hari ini, melibatkan tenaga kesehatan dari Dinkes, guru UKS dan aparat desa di masin-masing wilayah secara serempak," kata Kepala Dinkes Cianjur, Tresna Gumilar, di Cianjur, Selasa.
        
Dia menjelaskan pemberian vaksin pada anak merupakan gerakan nasional untuk mencegah campak/measles dan rubela karena keduanya dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian anak."Ini merupakan gerakan dan kampanye vaksi serentak secara nasional," katanya.
        
Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun mencapai 616.961 orang yang tersebar di 32 kecamatan dan di bawah tanggungjawab dari 45 puskesmas yang ada di Cianjur.
        
Pihaknya menargetkan 95 persen warga dalam gerakan vaksi atau imunisasi campak dan rumela dapat tercapai dengan melibatkan 1.139 vaksinator."Petugas dibagi dalam 3282 pos pelayanan, satu orang vaksinator bertugas dibeberapa pos pelayanan," katanya.
        
Dia mengatakan, Dinkes juga melibatkan 6.305 guru UKS dan 5.830 kader yang sudah terlebih dulu dilatih untuk menyukseskan program tersebut karena tidak hanya di pos pelayanan, pemberian vaksi dilakukan di setiap sekolah.
        
Selam ini, tutur dia, jumlah temuan rubela dan campak di Cianjur, setiap tahunnya sedikit seperti tahun 2015 hanya 7 anak, 2016 sebanyak 4 anak dan tahun ini belum ada temuan. Namun skala nasional kasus tersebut cukup tinggi setiap tahun ada 11 ribu kasus campak dan 30.463 kasus rubela.
        
"Ciri-ciri anak terkena virus rubela hanya demam, tetapi akan berbahaya jika terjadi komplikasi, kalau campak dapat mengakibatkan kematian. Sehingga perlu diberikan vaksin sekaligus, campak dan rubela untuk megnantisipasi keduanya," kata Tresna.
    



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026