Pelaku melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dalam UU RI No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
"Pelaku akan dikenakan sanksi penjara dan denda sesuai pasal 92," katanya.
Sementara informasi warga di pesisir pantai selatan Cianjur, menyebutkan tindakan penangkapan dan penyelundupan benih lobster secara ilegal kerap terjadi, terutama di tengah laut dengan jumlah banyak guna menghindari petugas.
Akibatnya populasi lobster berkurang dan sulit untuk ditangkap nelayan, terlebih selama ini kualitas lobster di pantai selatan Cianjur cukup tinggi terutama untuk ekspor, namun terus berkurang karena benihnya banyak ditangkap dan dijual keluar Cianjur.
"Kami berharap ke depan tidak ada lagi nelayan yang menjual BBL karena saat sudah besar harga lobster dari pantai selatan Cianjur cukup mahal," kata tokoh masyarakat selatan Cianjur Kang Dea.
Baca juga: Disnaketrans Cianjur sebut sejumlah perusahaan terapkan sistem PKWT
Baca juga: Sosialisasi pemindahan pedagang Bomero ke Pasar Induk Cianjur digencarkan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi gagalkan penyelundupan 44 ribu BBL dari Cidaun Cianjur
