Cianjur (ANTARA) - Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kembali menggelar donor darah massal atau mobil unit ke kelompok pendonor di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur guna memenuhi kebutuhan darah di enam rumah sakit.
Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur Susilawati di Cianjur, Selasa, mengatakan kegiatan donor darah langsung atau mobil unit sempat dihentikan sejak awal tahun karena efisiensi anggaran akibat pembayaran sejumlah rumah sakit masih menunggak.
"Saat ini, mobil unit sudah dapat digelar kembali setelah selama enam bulan lebih tidak dapat dilakukan, namun untuk kegiatan di luar kota Cianjur masih dibatasi," katanya.
Dia menjelaskan, kebutuhan darah setiap bulannya mencapai 2.000 kantong untuk enam rumah sakit yakni RSUD Sayang Cianjur, RSUD Cimacan, RSUD Pagelaran, dan dua rumah sakit swasta.
Kebutuhan per hari dari sejumlah rumah sakit mulai dari 20 hingga 70 kantong yang harus dipenuhi, sehingga dengan digelarnya kembali mobil unit pihaknya memastikan kebutuhan darah setiap hari dapat terpenuhi.
"Selama tidak dapat melakukan mobil unit, kami cukup terkendala dalam pemenuhan stok darah setiap harinya, namun dengan hal tersebut dapat mendongkrak angka pendonor untuk datang ke dalam ruangan atau donor langsung ke UTD PMI," katanya.
Pihaknya mencatat tingkat kepedulian masyarakat terutama pendonor baru, saat pembatasan donor darah di luar ruangan, cukup tinggi, di mana setiap harinya tidak kurang dari 60 orang mendonorkan darah ke dalam ruangan.
"Kami juga menggencarkan sosialisasi terkait biaya pengganti pengolahan darah bukan membeli darah terutama bagi pendonor rutin agar dapat disampaikan kembali kepada masyarakat terutama warga di sekitar tempat tinggal," katanya.
Hal tersebut dilakukan agar tidak ada lagi anggapan masyarakat ketika mendonor secara sukarela, namun saat membutuhkan darah harus membayar, yang sebenarnya bukan membayar darah melainkan mengganti biaya pengolahan darah.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.