Joko menyampaikan peristiwa itu bermula ketika korban berjualan cireng di Jalan Raya Cikajang, Senin (8/9) sore, kemudian datang seorang pelaku perempuan yang berpura-pura membeli cireng, lalu memintanya untuk diantarkan ke mobil.
Tanpa curiga, kata Joko, korban mengantarkan pesanan tersebut. Namun ternyata pelaku sudah bersiap-siap dan menyeret korban untuk masuk ke dalam mobil. Warga yang mengetahui itu melakukan perlawanan, namun pelaku saat itu mengaku sebagai polisi.
Hasil penyelidikan tim gabungan dengan Polda Jabar akhirnya dapat diketahui keberadaan pelaku yakni inisial IA (25), kemudian AH (27), AM (30), dan UU (40) warga Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, yang ditangkap di Cimahi, Selasa (9/9) dini hari.
"Pelaku berhasil ditangkap di Cimahi, awalnya ditangkap dua orang, kemudian dikembangkan, dan akhirnya semua ditangkap," katanya.
Terkait motif pelaku menculik korban karena masalah asmara salah seorang pelaku yang cemburu terhadap korban karena ada hubungan asmara dengan istrinya saat korban bekerja di daerah Cimahi.
Akibat perbuatannya, kini tersangka mendekam di Rumah Tahanan Polres Garut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan Pasal 328 tentang penculikan, dan atau 170 tentang kekerasan terhadap orang lain dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi sebut kondisi korban penculikan di Garut masih kritis
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.