Cianjur (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata meningkatkan pengawasan dan melarang wisatawan mendekati lokasi wisata yang rawan terjadi bencana seiring cuaca ekstrem yang masih melanda Cianjur.
Kepala Dinas Disbudpar Cianjur, Ayi Reza Addairobi di Cianjur Rabu, mengatakan hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan menimpa wisatawan yang sedang berlibur di obyek wisata, terutama nuansa alam seperti air terjun dan pantai.
"Saat ini cuaca ekstrem masih melanda Cianjur, bahkan beberapa waktu lalu akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan longsor yang menutup sebagai besar kawasan Curug Ngebul di Kecamatan Pagelaran, sehingga terpaksa ditutup sementara," katanya.
Dia menjelaskan obyek wisata alam di Kabupaten Cianjur terletak di kawasan dengan kontur pegunungan dan perbukitan maupun pantai selatan yang rentan terjadi bencana alam gempa, longsor, banjir, gelombang tinggi dan tsunami.
Beberapa titik yang masuk kategori rawan bencana seperti wisata air terjun yang tersebar di wilayah selatan, seperti Curug Ngebul, Curug Citambur dan sejumlah air terjun lainnya di wilayah selatan serta sepanjang pantai selatan Cianjur.
"Sebagian besar air terjun lokasi berada kawasan pegunungan dan perbukitan sehingga membuat destinasi tersebut cukup rentan terjadi bencana ketika hujan turun deras dengan intensitas tinggi," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.