Ada yang bilang bahwa kita pun tidak boleh lelah mencintai Indonesia bahkan dalam kondisi yang cukup berantakan seperti ini. Namun, bagaimana jika suara-suara ini, ekspresi-ekspresi kreatif ini, merupakan bentuk dari cinta yang baru?
Sudah saatnya para pemangku kepentingan mau mendengarkan dan melibatkan partisipasi publik sebagai upaya untuk membangun kepercayaan yang mulai terkikis. Sebagaimana catatan dari Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), kepercayaan adalah elemen penting bagi sebuah negara agar memiliki kredibilitas yang dibutuhkan untuk mengubah insentif ekonomi beserta perilaku bisnis dan masyarakat.
“Kepercayaan dan etika pada dasarnya penting untuk membangun kerja sama ekonomi dalam segala bentuknya. Pemerintah juga memerlukan kepercayaan dan dukungan dari warga negaranya terkait hal ini,” demikian catatan dari Forum Ekonomi Dunia.
Kepercayaan yang bakal mendorong pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk perdagangan internasional dan pengembangan keuangan.
Kepercayaan terhadap pasar dan sistem keuangan pun, tentu saja diharapkan dapat menarik investasi yang lebih besar.
Selain itu, kepercayaan dapat meningkatkan inovasi, pertumbuhan rasio kewirausahaan, penyerapan tenaga kerja, dan produktivitas perusahaan, yang merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi negara.
Karena pada akhirnya, kebijakan berbasis ilmu dan empati hadir dari kesediaan untuk mendengar, alih-alih menganggapnya sebagai sebuah bentuk ketidakcintaan terhadap negara.
Mereka yang bersuara melalui brave pink dan hero green ini akan terus ada untuk memperbaiki negeri bersama-sama, karena rasa cinta itu tumbuh dari persatuan, bukan ketakutan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pink pemberani, hijau heroik: Warna dan pemberian makna kolektif
Pewarta: Arnidhya Nur ZhafiraEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026