Hendra menjelaskan kelompok tersebut kemudian melakukan provokasi lebih jauh dengan melempar bom molotov dari dalam kampus ke arah petugas dan kendaraan, termasuk mobil rantis Brimob. Atas kondisi itu, petugas menembakkan gas air mata ke jalan raya.
Ia menegaskan informasi di media sosial yang menyebut aparat masuk ke kampus, membawa senjata peluru karet, dan menembakkan gas air mata ke dalam area kampus adalah tidak benar.
“Jarak petugas kurang lebih 200 meter dari kampus Unisba. Tidak ada tembakan gas air mata yang diarahkan ke kampus, semuanya diarahkan ke jalan raya, tempat kelompok berpakaian hitam berkumpul,” kata dia.
Baca juga: Unisba bantah aparat kepolisian masuki area kampus saat kericuhan
Baca juga: Kronologi polisi tembakan gas air mata ke kampus Unisba
Baca juga: Polda Jabar: Tembakan gas air mata ke Unisba dipicu serangan bom molotov
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unisba bantah aparat kepolisian masuki area kampus saat kericuhan
