Cianjur (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan patroli dan pembinaan terhadap warga binaan guna mengantisipasi hal tidak diinginkan seperti yang dilakukan J (30) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di dalam kamar tahanan, Kamis. 

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur Eris Ramdani di Cianjur Kamis, mengatakan J yang mengisi sel isolasi TBC mengakhiri hidup dengan selembar kain sarung yang diikatkan ke ventilasi, saat warga binaan lainnya melakukan sholat berjamaah.

"Dugaan sementara karena depresi akibat penyakit yang diderita, warga binaan kasus pencurian mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, jasadnya ditemukan pertama kali saat warga binaan lain kembali dari masjid," katanya.     

Dia menjelaskan J ditempatkan di sel isolasi TBC bersama lima warga binaan lainnya, sehingga warga binaan yang mendapati hal tersebut langsung melapor ke petugas yang saat dilakukan pemeriksaan sudah tidak bernyawa.

Pihak lapas tutur dia, melakukan koordinasi dengan Polres Cianjur guna memastikan penyebab tewasnya korban dan selanjutnya jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan luar tubuh sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

"Hasil pemeriksaan petugas murni bunuh diri karena tidak ditemukan ada bekas tindak kekerasan, bahkan pihak keluarga sudah diberi tahu dan segera dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan," katanya.

Dugaan sementara korban yang sudah menjalani masa tahanan selama satu tahun lebih atas perbuatannya nekat mengakhiri hidup karena penyakit yang diderita ditambah masalah keluarga.

Untuk mengantisipasi hal serupa serta kejadian lain, tambah dia, pihaknya lebih meningkatkan patroli ke setiap sel tahanan dan memberikan pembinaan lebih mendalam agar hal serupa tidak menimpa warga binaan lainnya.   

"Patroli dan pembinaan ke setiap sel akan lebih ditingkatkan, termasuk memberikan pendampingan khusus bagi warga binaan yang mengalami depresi akibat penyakit yang diderita, beban menjadi pesakitan atau beban lainnya," kata dia.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026