Bandung (ANTARA) - Lebih dari 40 tahun yang lalu Indonesia sudah pernah membuat film animasi sendiri berjudul “Si Huma”, film ini sekaligus menjadi film animasi pertama produksi dalam negeri yang tayang di layar kaca.
Serial ini diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara (PPFN) dengan dukungan dari UNICEF, dan ditayangkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada periode tahun 1983 hingga 1984.
Film ini mengisahkan petualangan Huma, tokoh utama, bersama sahabat imajinasinya bernama Windi, yang berasal dari dunia kartun. Bersama-sama, mereka menjelajahi dunia fantasi dengan menyampaikan berbagai pesan moral yang positif, khususnya bagi anak-anak.
Meskipun mengusung gaya animasi yang tergolong sederhana, Si Huma menyisipkan nilai-nilai edukatif yang kuat. Salah satu contohnya terlihat dalam episode berjudul "Embun", yang menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan selokan. Pesan tersebut menekankan bahwa air yang tercemar dan lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber penyakit.
Keberadaan Si Huma menjadi tonggak penting dalam sejarah animasi Indonesia, tidak hanya sebagai pionir karya animasi di layar televisi nasional, tetapi juga sebagai sarana pendidikan yang mendidik generasi muda dengan pendekatan yang kreatif.
Hingga kini, Si Huma dikenang sebagai bagian penting dari sejarah pertelevisian dan perfilman anak Indonesia. Akun resmi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) turut mengabadikan momen penting ini sebagai warisan budaya yang layak dikenang dan diapresiasi lewat unggahan animasi film di beberapa kanal sosial media dan YouTube-nya.
Pewarta: Yosinta Dewi Safitri (*)Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.