Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mulai menyalurkan bantuan dan menyiapkan program pemulihan bagi warga terdampak musibah longsor di kawasan tambang galian C Gunung Kuda yang terjadi pada akhir Mei 2025.

Bupati Cirebon Imron di Cirebon, Rabu, mengatakan pihaknya berkomitmen membantu warga, baik yang menjadi korban langsung maupun yang kehilangan pekerjaan akibat ditutupnya kawasan tambang pascalongsor.

“Hari ini kita berikan santunan bagi keluarga korban meninggal, korban luka-luka, dan warga yang terdampak secara ekonomi. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp70 juta,” katanya.

Ia mengatakan dana santunan tersebut berasal dari anggaran daerah serta dukungan pihak perbankan, yakni Bank BJB.

Menurut Imron, kawasan Gunung Kuda hingga kini masih ditutup setelah peristiwa longsor dan langkah tersebut diterapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Selain itu, ia menyebutkan izin pertambangan di kawasan tersebut sudah dicabut sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Imron mengakui akibat penutupan kawasan tambang tersebut aktivitas ekonomi masyarakat sekitar terhenti dan banyak warga kehilangan mata pencaharian.

“Warga belum bisa bekerja karena tambang sudah ditutup,” ujarnya.

Ia memastikan pemerintah daerah kini sedang menyusun program pemulihan berbasis ekonomi masyarakat, termasuk pelatihan keterampilan bagi warga terdampak.

Langkah ini, kata Imron, diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang setelah kawasan tambang Gunung Kuda ditutup.

“Kita akan fokus ke sektor-sektor yang bisa segera menggerakkan ekonomi warga. UMKM, pelatihan, atau skema bantuan lainnya,” ucap dia.

Sebelumnya, longsor terjadi di kawasan tambang galian C Gunung Kuda pada 30 Mei 2025. Kejadian ini menewaskan 21 orang dan menyisakan empat korban yang kini masih tertimbun material longsor.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026