"Artinya, walaupun jumlah penduduk miskin berkurang, rata-rata pengeluaran mereka makin jauh dari garis kemiskinan dan ketimpangan di antara penduduk miskin sendiri makin tinggi," kata Darwis.

BPS juga mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran (Gini Ratio) di provinsi itu pada Maret 2025 sebesar 0,416, berada dalam kategori ketimpangan sedang. Di wilayah perkotaan, lanjutnya, gini ratio tercatat 0,426, jauh lebih tinggi dibandingkan di perdesaan yang sebesar 0,323.

Kendati demikian baik di kota maupun desa, kata dia, gini ratio mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang mengindikasikan perbaikan distribusi pengeluaran masyarakat kelas bawah.

"Secara kuantitatif, kemiskinan di Jawa Barat menurun. Namun secara kualitatif, kesejahteraan penduduk miskin belum membaik secara signifikan. Ini menjadi catatan penting bagi pembuat kebijakan," tutur Darwis.

Baca juga: BPS: Penduduk miskin ekstrem pada Maret 2025 mencapai 2,38 juta orang

Baca juga: BPS catat persentase penduduk miskin Maret 2025 turun jadi 8,47 persen

Baca juga: BPS catat jumlah penduduk miskin Maret 2025 turun jadi 23,85 juta orang



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS: Penduduk miskin di Jabar turun sedikit jadi 3,6 juta jiwa

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026