Laporan tersebut juga selaras dengan data Komisioner Tinggi untuk HAM (OHCHR) PBB yang tidak memasukan Danone ke dalam daftar perusahaan yang diduga terafiliasi dengan Israel. Data-data resmi ini menguatkan bahwa semua tuduhan terhadap Danone, serta ajakan boikot produkproduknya adalah tanpa fakta dan cenderung motivasi persaingan bisnis semata.
Hal ini sebagaimana diwaspadai Ekonom International Islamic University Malaysia, Nurizal Ismail. Dia mengatakan bahwa boikot yang dilakukan atas dasar persaingan usaha, bukan kemanusiaan sangat merugikan, termasuk ekonomi di dalam negeri.
Ekonom Mumtaz Foundation mewanti-wanti agar jangan sampai produk yang sebenarnya tidak terafiliasi tetapi karena ada saham dari luar negeri akhirnya terdampak dan menjadi korban boikot. Padahal, sambung dia, itu merupakan produk lokal yang telah menyerap tenaga kerja dan melakukan banyak kegiatan positif bagi masyarakat.
"Jadi bisa ada penumpang gelap yang bermain. Produk-produk tertentu yang sebenarnya lokal tapi difitnah sebagai terafiliasi dengan Israel padahal tidak," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.