Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut menggelar doa bersama untuk warga dan anggota Polri yang meninggal dunia dalam insiden Pesta Rakyat rangkaian pernikahan pejabat di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto memimpin langsung kegiatan doa dan salawat bersama yang dihadiri jajaran anggota Polri dan ASN Polres Garut di Masjid Nurul Hakim Polres Garut, Minggu.
"Kegiatan ini untuk mendoakan yang meninggal. Berdoa agar Garut aman," kata Yugi.
Baca juga: Insiden Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi bisa dikenakan pasal 359 KUHP
Baca juga: Pasca pesta pernikahan anak Dedi Mulyadi, Polisi: Gerbang Pendopo Garut tetap dibuka untuk umum
Ia menuturkan insiden Pesta Rakyat Garut yang digelar di Pendopo Garut, Jumat (18/7) menyebabkan satu anggota Polri Aipda (anumerta) Cecep Saipul Bahri meninggal dunia saat melakukan pengaman, dan ada juga dua warga sipil meninggal karena berada berdesak-desakan di tengah kerumunan orang.
Ia menyampaikan doa bersama yang digelar saat ini untuk keamanan wilayah Garut, yang juga ditujukan khusus untuk mendoakan almarhum anggota Polri yang gugur saat bertugas melakukan pengamanan Pesta Rakyat Garut itu.
Kapolres menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Aipda Cecep Saipul Bahri, dan mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk meneladani dedikasi dan semangat pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas negara.
"Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk doa, tapi juga momentum untuk mempererat persatuan, meningkatkan keimanan, dan merenungi kembali pentingnya menjaga stabilitas keamanan daerah dengan semangat kebersamaan," katanya.
Sebelumnya jajaran kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kericuhan gerbang Pendopo Garut untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.
