Bandung (ANTARA) - Sejumlah korban tragedi Pesta Rakyat rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut dengan putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut, Sabtu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, pasien yang masuk ke RSUD dr Slamet Garut sampai Jumat malam sebanyak 20 orang, dan yang sedang dirawat sebanyak sembilan orang.
"Sedang dirawat sekarang sembilan," katanya.
Ia menuturkan jajaran petugas medis di rumah sakit maupun puskesmas sudah bergerak melakukan penanganan untuk mengatasi masyarakat yang menjadi korban insiden Pesta Rakyat di Pendopo Garut.
Secara keseluruhan korban insiden itu, kata dia, sebanyak 30 orang, namun yang masuk rumah sakit sebanyak 20 orang dengan kondisi sakit akibat terinjak-injak dan terjatuh, serta tiga orang tewas.
"Kondisinya memang cedera, memar, sakit badan. Sudah kita lakukan, sudah dirontgen di USG," katanya.
Pasien yang masih dirawat di RSUD dr Slamet Garut itu mendapatkan perhatian dari sejumlah pejabat pemerintah daerah, termasuk dari Kepala Kepolisian Daerah Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan yang datang lansung menjenguk pasien bersama jajaran kepolisian dari Polres Garut.
Kapolda juga sempat berbincang-bincang dengan sejumlah pasien dan keluarga yang menunggunya menanyakan tentang kondisi kesehatan dan dipastikan sudah mendapatkan penanganan medis dengan baik di rumah sakit.
Kedatangan Kapolda juga untuk memberikan dukungan moril, dan menyerahkan bantuan berupa bingkisan sebagai bentuk kepedulian dan bukti kehadiran negara di tengah masyarakat.
"Kami turut prihatin atas insiden ini, dan hadir untuk menyampaikan empati serta memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak," kata Rudi.
Baca juga: Sembilan korban tragedi Pesta Rakyat di Garut masih dirawat
Baca juga: Kapolda Jabar olah TKP langsung lokasi tragedi Pasar Rakyat di Garut
Baca juga: Ya Allah! anggota polisi tewas saat bantu warga Garut di Pesta Pernikahan Anak Dedi Mulyadi
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026