Bandung (ANTARA) - Gelaran Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2025 disebut sebagai respon bersama antara BI Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas kondisi perekonomian global dan lokal dewasa ini, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Muslimin Anwar mengatakan kegiatan yang akan berlangsung antara 17-20 Juli 2025 di Bandung ini, respon kolaboratif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya sektor UMKM dan industri kreatif syariah di Jawa Barat, dalam menghadapi tantangan global.

"Di antaranya seperti tarif resiprokal dari Amerika Serikat (Tarif Trump), dinamika geopolitik yang terjadi, serta potensi pelemahan daya beli di dalam negeri," kata Muslimin di Gedung Sate Bandung, Senin.

Dia mengatakan ini adalah sebagai respon seiring dengan naiknya Trump sebagai presiden AS, membuat tarif resiprokal bagi barang yang masuk ke sana akan diberlakukan dengan Indonesia juga terkena dampak yakni dibebankan sebesar 32 persen dari harga barang.

Kemudian kondisi geopolitik seperti di timur tengah yang kembali mencuat dan perang dagang Amerika dengan China, kata dia, berdampak pada perekonomian berbagai negara, termasuk ke Indonesia.

Kondisi global ini, berefek pertumbuhan ekonomi negara-negara tujuan ekspor utama yakni Amerika Serikat dan China mengalami perlambatan dari prediksi di mana AS melambat dari 2,8 persen menjadi 2,1 persen dan China melambat dari 5 persen jadi 4,3 persen. Meskipun di triwulan 1 ekspor Jabar 4,98 persen dan lebih tinggi daripada rata-rata nasional di 4,78 persen.

Selain itu di Indonesia sendiri, kata Muslimin, diperlukan berbagai usaha agar pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,6 sampai 5,4 persen yang diharapkan pada triwulan 3 ini konstruksi Proyek strategis nasional bisa kembali berjalan setelah semester I ke belakang tertekan.

"Di Jawa Barat kita bisa lihat bahwa di triwulan 1 memang mengalami tekanan karena daya beli juga mengalami tantangan dan ditambah globalnya kita tertekan, ekspor juga tertekan ini yang berhubungan dengan kenapa kita mengadakan Karya Kreatif Jawa Barat ini," ucapnya.

Gelaran ini juga, kata Muslimin, untuk mendorong konsumsi masyarakat Jabar mengingat pada triwulan II pendapatan masyarakat 75 persen digunakan untuk konsumsi, namun hal ini belum kembali ke kondisi di triwulan 4 tahun 2022 yang nilainya 76 persen untuk konsumsi.

"Oleh karena itu kita perlu mendorong agar konsumsi itu meningkat khususnya untuk kalangan atas. Dan yang menjadi penjualnya tentunya kita dorong adalah kalangan menengah bawah yaitu yang diwakili oleh UMKM dengan Karya Kreatif Jawa Barat ini sekaligus mengantisipasi prediksi enam bulan ke depan potensi pendapatan dan lapangan kerja agak menurun," tuturnya.

Sunda Karsa Fest ini, kata Muslimin, akan mempertemukan kalangan menengah atas yang daya belinya masih kuat dengan para pelaku UMKM binaan sebagai supplier, dengan harapan akan tercipta transaksi ekonomi yang signifikan guna mendorong geliat ekonomi di semester kedua 2025.

Gelaran ini, akan dilangsungkan di Trans Studio Mall Bandung pada 17-20 Juli 2025 dengan beragam acara seperti lomba dan peluncuran produk UMKM, fashion show dengan melibatkan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan putri bungsunya, lomba Mojang-Jajaka, tabligh Akbar, jelajah QRIS, Tea & Coffee Experience dan lainnya.

"Sebanyak 244 booth akan hadir di acara tersebut termasuk UMKM dan berbagai layanan, ada juga 28 Desa Wisata. Totalnya ada 19 kompetisi, 12 workshop, talkshow, seminar, dan hiburan lainnya," kata dia.

Dengan berbagai acara dan kegiatan, gelaran selama empat hari ini ditargetkan bisa mencatatkan jumlah kunjungan sekitar 100 ribu orang dengan transaksi penjualan dan business matching hingga puluhan miliar rupiah.

"Dari empat hari gelaran, target transaksi sebesar Rp15 miliar dan Business matching Rp25 miliar," tutur Muslimin.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026