Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung Jawa Barat membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai langkah strategis untuk memperkuat mitigasi bencana di kota itu.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandung Kamis mengatakan, saat ini proses administrasi pembentukan BPBD Kota Bandung telah rampung, termasuk pengusulan kepala BPBD ke tingkat provinsi dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Calon kepala BPBD sudah diusulkan ke provinsi, provinsi sudah menyetujui, BKN juga sudah selesai. Tinggal menunggu persetujuan pelantikan dari Menteri Dalam Negeri,” kata Farhan.

Farhan menjelaskan, saat ini sebagian fungsi dan pekerjaan BPBD masih diampu oleh Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, mengingat lembaga tersebut baru dibentuk.

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya pembentukan BPBD karena meningkatnya potensi bencana alam, khususnya pergerakan Sesar Lembang sudah mulai terlihat.

“Indikasi pergerakan Sesar Lembang sudah mulai kelihatan. Di Purwakarta terjadi pergeseran tanah, dan di Cimahi sempat terjadi gempa bermagnitudo 2,7,” katanya.

Farhan menyebutkan bahwa banyaknya bangunan dengan fondasi yang lemah sangat rentan terdampak bencana, terutama jika pergerakan tanah bersifat laten.

"Saya tidak paham istilah geologisnya, tapi pergeseran kecil saja bisa membuat rumah-rumah yang pondasinya rapuh langsung rubuh,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026