Cirebon (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon, Jawa Barat, mengoptimalkan kerja sama lintas daerah di wilayah III Cirebon untuk memastikan ketersediaan darah tetap tercukupi, meskipun kondisinya bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Ketua PMI Kota Cirebon Edial Sanif di Cirebon, Selasa, mengatakan pasokan darah di wilayahnya sejauh ini masih aman. Namun kondisi tersebut sangat dinamis dan bergantung pada banyak faktor, termasuk permintaan dari rumah sakit dan situasi darurat.
“Stok darah di Kota Cirebon saat ini masih terpenuhi. Namun sifatnya fluktuatif, hari ini cukup, nanti sore bisa saja kurang,” katanya.
Ia menjelaskan kebutuhan darah paling tinggi berasal dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, dengan rata-rata permintaan mencapai 3.000 kantong per bulan.
Menurut dia, jumlah itu belum termasuk kebutuhan dari rumah sakit lain di wilayah III Cirebon.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan, pihaknya terus membangun jejaring distribusi dengan PMI kabupaten/kota di sekitarnya, termasuk menjalin pertukaran stok darah apabila terjadi kekurangan.
“Kerja sama ini berjalan sangat baik. Kalau kita kekurangan, mereka bantu. Kalau mereka kekurangan, kita bantu. Bahkan bantuan juga datang dari luar wilayah III,” katanya.
Edial menegaskan kolaborasi antar-wilayah menjadi kunci penting dalam pengelolaan stok darah, terlebih karena kebutuhan yang berubah secara cepat membutuhkan sistem distribusi yang responsif.
Selain distribusi pihaknya memiliki kemampuan teknis untuk mengolah darah dalam jumlah besar. Dalam satu hari kapasitas pengolahan darah mencapai 100 hingga 200 labu darah.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.