Dengan menitikkan air mata, Maria mengaku berada Masjid Nabawi mengingatkan tentang ibunya yang sudah meninggal dunia. Almarhumah ibunya pernah punya keinginan ke Masjid Nabawi, namun belum terlaksana hingga akhir hayatnya.

"Shalat di Masjid Nabawi itu keinginan mama. Air mata ini tidak terbendung. Dari semua saudara, saya anak mama pertama yang bisa shalat di Masjid Nabawi, padahal saya anak paling kecil. Saya bacakan Al Fatihah untuk mama," ujarnya.

Meski dia tidak bisa ke makam Rasulullah, namun dari luar dia mengucapkan salam.

Masjid kedua

Masjid Nabawi di Kota Madinah merupakan masjid kedua yang dibangun dalam sejarah Islam, setelah Masjid Quba, yang berada di pinggiran Madinah.

Masjid Nabawi terus diperluas hingga seluas 400 ribu meter persegi dan mampu menampung satu juta orang shalat. Awalnya, rumah Rasulullah berdampingan dengan Masjid Nabawi namun ini masuk dalam Masjid Nabawi karena ada perluasan. Makam Nabi Muhammad SAW yang dulu dalam rumah, kini masuk dalam masjid.

Ada bagian penting dalam masjid ini, yakni Raudhah. Raudhah yang secara bahasa berarti Taman Surga terletak di antara mimbar masjid dengan rumah Nabi Muhammad SAW.

Ada hadits diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda "Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku merupakan suatu taman di antara taman-taman surga, sedang mimbarku itu terletak di atas kolamku".

Tempat di dalam Masjid Nabawi adalah Makam Nabi Muhammad SAW. Beliau dimakamkan di kamar isterinya Siti Aisyah. Di sampingnya pula ada makam Abu Bakar Asshiddiq dan Umar bin Khattab.

Tempat lainya adalah Riyadhal Jannah (jantung Masjid Nabawi), Mihrab (mimbar masjid), mihrab (tempat imam shalat), mimbar Nabi Muhammad SAW, menara masjid.

Melihat keistimewaan itulah, maka tidaklah salah jika di tempat ini menjadi tempat melepas rindu Umat Islam akan nabinya karena begitu banyak jejak Rasulllah di tempat ini, termasuk Raudhah dan makam.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Haji, Rindu terobati di Raudhah

Editor : Zaenal Abidin

COPYRIGHT © ANTARA 2026