Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, memastikan stok hewan kurban untuk Idul Adha 1446 Hijriah mencukupi kebutuhan masyarakat di daerahnya, dengan total sebanyak 2.500 hewan kurban yang tersedia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 2.000 domba, 200 kambing, dan 300 sapi yang tersebar di 93 titik pedagang di Kota Cirebon.
“Kami pastikan stok hewan kurban cukup dan dalam kondisi sehat serta sesuai syariat untuk dikurbankan,” katanya di Cirebon, Selasa.
Ia menyebutkan pemeriksaan hewan kurban sudah dimulai sejak 27 Mei 2025, oleh lima tim yang disebar ke sejumlah lokasi pedagang.
Menurut dia, kegiatan ini akan berlangsung secara intensif hingga H-1 Idul Adha guna memastikan kelayakan seluruh hewan yang akan disembelih.
Elmi menjelaskan pemeriksaan dilakukan secara ante mortem, yaitu sebelum penyembelihan, untuk memastikan tidak ada hewan yang mengalami sakit, cacat, atau belum cukup umur.
Pemeriksaan, kata dia, mencakup aspek kebersihan kandang dan penanganan hewan.
“Ini kami lakukan agar masyarakat merasa aman dan yakin bahwa hewan yang dibeli benar-benar layak dikurbankan,” ujarnya.
DKPPP juga akan melanjutkan pemeriksaan post-mortem atau sesudah penyembelihan pada hari peryaaan Idul Adha hingga hari tasyrik ketiga.
“Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kondisi daging, jeroan, serta proses penyembelihan,” katanya.
Elmi mengatakan pengawasan pascapenyembelihan sangat penting untuk memastikan daging aman dikonsumsi. Sebab di tahun sebelumnya, sempat ditemukan kasus cacing pita pada jeroan hewan kurban.
DKPPP juga telah melatih juru sembelih halal bekerja sama dengan 40 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Cirebon, untuk mendukung pelaksanaan kurban yang sesuai syariat dan higienis.
“Kami ingin semua proses, dari penyembelihan hingga distribusi daging, berjalan sesuai syariat Islam dan menjaga aspek kesehatan,” kata dia.
Ia menuturkan hewan yang telah diperiksa dan dinyatakan layak, sudah diberi tanda khusus sebagai penanda bahwa hewan tersebut aman dan sah untuk dikurbankan.
“Tanda ini sekaligus memberikan kepastian kepada pembeli,” tuturnya.
Elmi menambahkan, langkah pengawasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kualitas dan keamanan kurban, serta memastikan stok hewan tersedia secara cukup bagi masyarakat di Kota Cirebon.
“Kami terus pantau perkembangan penjualan, dan sejauh ini stok memadai untuk kebutuhan masyarakat,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026