Prestasi lainnya datang dari Asian Games 1962, saat ia menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.
Usai gantung raket, dedikasinya tak luntur. Ia sempat melatih di Meksiko dan Hong Kong, sebelum kembali ke Tanah Air dan bergabung dengan PB Djarum pada 1982.
Di sana, ia menjabat sebagai pelatih dan project manager cabang Jakarta. Puncaknya, ia dipercaya memimpin tim Piala Thomas 1984, dan sukses membawa Indonesia menaklukkan Tiongkok untuk kembali merebut supremasi bulu tangkis dunia.
Atas kiprahnya, SIWO PWI Jaya menganugerahinya penghargaan Pelatih Olahraga Terbaik tahun 1984.
Tan Joe Hok adalah satu dari "Tujuh Pendekar Bulu Tangkis Indonesia", simbol generasi emas yang menancapkan panji Merah Putih di panggung internasional. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Indonesia, khususnya bulu tangkis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Legenda bulu tangkis Indonesia Tan Joe Hok tutup usia
Pewarta: A Rauf Andar AdipatiEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.