Ono menekankan pentingnya pemerintah daerah menyiapkan skema lanjutan, khususnya untuk mendukung pelaku usaha kecil dan pekerja tambang yang terdampak terkait dampak sosial ekonomi dari potensi penutupan tambang.
“Perlu dipikirkan kebijakan keberlanjutan. Jika tambang ditutup, tentu ada konsekuensi ekonomi. Maka pemerintah perlu mendorong peluang-peluang usaha lain bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Ia mengatakan DPRD Jabar akan berkoordinasi dengan Pemprov dan pemkab untuk menyusun langkah-langkah tindak lanjut, termasuk dalam hal penyaluran bantuan kepada para korban longsor.
“Selain itu, secara pribadi, saya dan rekan-rekan dari PDI Perjuangan juga menggalang dana bantuan untuk korban, yang saat ini sudah terkumpul sekitar Rp50 juta,” ujarnya.
Sebelumnya, longsor di kawasan tambang Gunung Kuda yang terjadi pada Jumat (30/5), telah menyebabkan 14 korban jiwa.
Tim gabungan saat ini masih melakukan proses evakuasi, sementara pemerintah daerah dan provinsi menurunkan tim investigasi untuk menelusuri penyebab serta langkah penanganan lanjutan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Legislator dorong evaluasi menyeluruh aktivitas galian C di Jabar
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026