“Dari lima besar nasional, tiga diantaranya berasal dari Jawa Barat. Ini membuktikan efektivitas strategi penyerapan yang kami jalankan,” kata Alexander.
Secara keseluruhan, kata dia, delapan kantor cabang yang berada di bawah koordinasi Bulog Jabar telah menyerap 389.527 ton gabah, atau 70,74 persen dari target 550.674 ton yang ditetapkan hingga akhir Mei.
“Sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional, Jawa Barat memang memiliki potensi serapan gabah yang cukup besar,” katanya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Kami optimistis target penyerapan akan tercapai, mengingat sejumlah daerah di Jawa Barat masih dalam masa panen raya,” ujarnya.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026