Terkait sistem pembayaran gaji, Candra menjelaskan bahwa skema kontrak sangat bergantung pada kebijakan masing-masing klub. Tidak ada standar baku dalam kontrak pemain di Indonesia. Beberapa klub ada yang memberikandown payment (DP) di awal, sementara lainnya membayarkan gaji secara rutin setiap bulan.
"Secara umum, kalau di Indonesia kontrak pemain tidak ada standarnya. Tergantung klub masing-masing. Yang sering dipakai adalah sistem kontrak satu tahun dengan nilai tertentu. Nah, nilai kontrak itu di-breakdown bisa dibayar per bulannya atau tidak tergantung kesepakatan," ujar Candra.
Dengan demikian, meskipun angka pasti gaji pemain sepak bola di Indonesia masih bersifat tertutup, informasi dari para pelaku industri seperti manajer klub dapat memberikan gambaran umum mengenai besaran penghasilan pemain.
Hal ini juga mencerminkan semakin profesionalnya dunia sepak bola Indonesia yang terus berkembang, meski masih menghadapi tantangan dalam hal transparansi dan standardisasi sistem kontrak pemain.
Baca juga: Tanggapi sanksi FIFA, Menpora ajak suporter lebih santun
Baca juga: Besok pagi, PSSI buka penjualan tiket timnas Indonesia melawan China
Pewarta: AntaranewsEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.