Menurut dia, pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran tercatat pada konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (PK-LNPRT) yang naik 7,34 persen, serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 6,69 persen.

“Namun demikian, komponen konsumsi pemerintah (PKP) justru mengalami kontraksi dengan penurunan sebesar 4,92 persen dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Aris melanjutkan berdasarkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Kota Cirebon pada 2024 atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp30,54 triliun.

Secara spasial, Ia mengemukakan kontribusi Kota Cirebon terhadap PDRB wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) tercatat sebesar 10,71 persen.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sektor-sektor potensial, serta meningkatkan daya saing daerah ke depannya.

“Laju pertumbuhan Kota Cirebon tetap berada di atas rata-rata provinsi,” katanya.

 



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026