Dari sisi kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) terjaga di level 2 persen dan loan at risk (LAR) turun menjadi 10,9 persen dari 13,3 persen pada kuartal I 2024.
Perbaikan kualitas ini juga menghasilkan penghematan beban pencadangan yang dibentuk atau credit cost dari 1 persen menjadi 0,9 persen, sejalan dengan target aspirasi BNI tahun ini.
Dari sisi pendanaan, BNI mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5 persen yoy menjadi Rp819,6 triliun dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 6,3 persen.
Produk tabungan yang tumbuh solid sebesar 10,2 persen menjadi Rp257,8 triliun, sedangkan giro tumbuh 3,4 persen menjadi Rp320 triliun.
Paolo mengatakan, digitalisasi melalui aplikasi wondr by BNI dan BNIdirect telah berkontribusi terhadap peningkatan CASA sehingga rasio dana murah meningkat menjadi 70,5 persen terhadap total DPK atau tertinggi dari empat kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan yang berkualitas dari sisi kredit dan DPK pun mampu mendorong kenaikan net interest income (NII) di BNI sebesar 4,7 persen yoy menjadi Rp9,8 triliun.
Adapun aplikasi wondr by BNI turut mencatatkan kinerja positif hingga Maret 2025 dengan jumlah pengguna mencapai 6,8 juta pengguna. Jumlah transaksi tercatat sebanyak 218 juta transaksi dengan nilai Rp212 triliun sejak pertama kali diluncurkan pada 5 Juli 2024.
Sementara pada segmen wholesale, BNIdirect mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 33,2 persen yoy atau sebesar Rp2.374 triliun, dengan peningkatan jumlah transaksi sebanyak 16,4 persen yoy menjadi 337 juta transaksi.
Dari sisi keberlanjutan, BNI mencatat total sustainable portfolio atau pembiayaan kepada sektor bisnis yang memenuhi Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sesuai aturan OJK sebesar Rp182,4 triliun atau 24,3 persen dari total portfolio kredit BNI.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp110,2 triliun disalurkan untuk program pembiayaan dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Rp72,2 triliun berupa green loan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNI raih laba bersih Rp5,4 triliun pada kuartal pertama 2025
Pewarta: Rizka KhaerunnisaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026