Pertumbuhan ekonomi China tercatat di atas ekspektasi sebesar 5,4 persen, menurut Nico capaian ini seiring banyaknya pengiriman dari China kepada mitra dagang mereka yang dipercepat dan diperbanyak sebelum AS mengenakan tarif baru ke China.

Namun, menurutnya, pertumbuhan ekonomi positif itu belum tentu akan bertahan saat memasuki kuartal II-2025, yang mana tarif baru AS akan berlaku yang membuat banyak pengiriman akan terhenti karena mahalnya harga yang akan diberikan kepada konsumen.

Pada perdagangan Rabu (16/4), bursa AS Wall Street terpantau kompak terkoreksi, diantaranya indeks Dow Jones melemah 1,73 persen, indeks S&P 500 melemah 2,24 persen, indeks Nasdaq terkoreksi 3,07 persen.

Sementara, imbal hasil obligasi US Treasury 10 Year melanjutkan normalisasi dengan penurunan ke kisaran 4.28 persen pada Rabu (16/4), sedangkan, harga emas masih melanjutkan rally dan menembus level 3.300/troy ounce pada Rabu (16/4).




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Analis: IHSG bisa koreksi ke 6.160 imbas berlanjutnya perang tarif

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor : Zaenal Abidin

COPYRIGHT © ANTARA 2026