Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 0,37 persen (yoy), menurun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,56 persen (yoy).

“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah,” kata Ramdan.

Di sisi lain, kelompok administered prices pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 6,53 persen (mtm), meningkat dari realisasi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 2,65 persen (mtm).

Peningkatan inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas tarif listrik, seiring berakhirnya implementasi kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen kepada pelanggan rumah tangga dengan daya terpasang listrik sampai dengan daya 2.200 VA.

Inflasi administered prices yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada komoditas angkutan udara seiring dengan implementasi diskon harga tiket penerbangan berjadwal domestik kelas ekonomi selama periode HBKN Idulfitri.

Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat deflasi sebesar 3,16 persen (yoy), tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya sebesar 9,02 persen (yoy).

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Inflasi Maret 1,65 persen, BI sampaikan komitmen jaga stabilitas harga



Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026