Fithriandy mengatakan bencana ini terjadi secara alami akibat kontur tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Kerusakan yang tercatat meliputi dinding rumah retak hingga ambruk, lantai rumah terangkat, dan struktur bangunan yang terlihat miring.

Ia menambahkan BPBD telah melakukan kajian cepat dan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami minta masyarakat tidak mendekati lokasi, karena tanah masih bergerak. Rumah-rumah tersebut sudah tidak layak huni dan sangat berbahaya,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026