Karena menurut informasi yang didapatkannya, aturan di Thailand, setelah kejadian ini, mengharuskan gedung-gedung tinggi untuk dilakukan asesmen terlebih dahulu dan dipastikan aman oleh pihak berwenang sebelum digunakan kembali.
"Pasalnya ketika gempa, terdengar suara seperti retakan dan menyebabkan saluran AC bocor. Lalu memang harus dipastikan keamanannya, sehingga untuk kembali ke kantor kami menunggu info selanjutnya," ujar dia.
Efek kejadian ini, Teh Ririn mengungkapkan di Bangkok terjadi kemacetan total yang juga disebabkan dihentikannya operasi Bangkok Mass Transit System (BTS), dan MRT akibat gempa.
Akibat tidak kondusifnya keadaan, dia memutuskan untuk berjalan kaki pulang ke apartemennya yang berjarak sekitar 8 kilometer dari tempatnya kerja.
"Saya harus berjalan sekitar dua jam untuk ke apartemen. Karena memang macet banget sepanjang jalan. Bahkan kolega saya yang tinggal di satu wilayah, 20 menit lalu belum sampai padahal dia naik ojek," tuturnya.
Ririn juga menambahkan situasi apartemennya dalam kondisi baik, meski terlihat retakan di area kamar mandinya.
Diberitakan, akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 M mengguncang Myanmar, dengan getaran yang dirasakan di lima negara tetangga, termasuk Thailand, sementara dilaporkan 81 orang tertimbun reruntuhan gedung di Bangkok.
Kemudian sejauh ini setidaknya 25 orang tewas di Myanmar dan satu orang juga dilaporkan tewas di Thailand.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026