Ia mendesak militer Israel untuk "mundur dari wilayah Lebanon tanpa penundaan, setidaknya sebelum periode yang ditentukan dalam pengumuman gencatan senjata berakhir."

Lacroix juga melaporkan bahwa personel PBB tetap berada di markas UNIFIL atau berlindung di bunker akibat serangan militer Israel.

“Operasi UNIFIL semakin terhambat oleh keberadaan sisa bahan peledak, blokade jalan oleh IDF di berbagai lokasi, serta gangguan dari warga setempat,” jelasnya.

Patrick Gauchat, kepala Organisasi Pengawas Gencatan Senjata PBB (UNTSO), juga melaporkan kehadiran militer Israel di zona pemisahan.

“IDF terus melakukan pekerjaan konstruksi dengan alat berat di dalam zona pemisahan. Mereka juga memasang peralatan komunikasi di sana,” ungkap Gauchat.

Gauchat menyebut bahwa Pasukan Pengamat Disengagement PBB (UNDOF) telah memperingatkan Israel tentang pelanggaran terhadap kesepakatan pelepasan kekuatan tahun 1974 akibat kehadiran mereka di zona pemisahan.

“Beberapa warga di zona pemisahan juga memprotes pencarian oleh IDF di desa mereka, dengan beberapa melaporkan penangkapan terhadap kerabat mereka,” ujarnya.

Menegaskan bahwa kesepakatan pelepasan kekuatan antara Israel dan Suriah masih berlaku, Gauchat mengatakan, “Sangat penting bagi pasukan penjaga perdamaian PBB untuk dapat menjalankan tugas mereka tanpa hambatan.”



Pewarta: Primayanti
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026