Antarajawabarat.com, 5/5 - Kegiatan "Ulin Nepi Sasab" (bermain hingga tersesat) menjadi wisata kreatifitas anak-anak Kota Bandung untuk menstimulasi agar mengenal lingkungan sekitar.

"Kita mengamati anak-anak sekolah di Bandung cenderung belajar di dalam kelas, pada kegiatan Ulin Nepi Kasasab kita menstimulai mereka untuk melihat lingkungan sekitar," kata Ira dari Bandung Creative City Forum (BCCF) di Bandung, Senin.

Ia menyebutkan kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan dari HelarFest 2015 dengan berkonsentrasi pada pemanfaatan bangunan-bangunan, sungai, serta sarana-prasarana di Kota Bandung dengan melibatkan anak-anak dari jenjang TK, SD, sampai dengan SMA.

Ulin Nepi ka Sasab terdiri dari tiga acara yang dimulai hampir bersamaan yaitu Ulin Bandung ditujukan kepada anak-anak usia SD bertempat di Jalan Cikapundung Timur dengan gaya permainan arcade game, kemudian Ulinpiade bertempat di Hutan Kota Babakan Siliwangi dengan permainan-permainan seperti lomba estafet, sepeda tanpa kayuhan, panjat pohon, lari halangan rintang, untuk anak usia TK.

"Terakhir Sasab bertempat di Kampung Linggawastu, Tamansari, dengan permainan mencari harta karun untuk anak usia SMA," katanya.

Ia menyebutkan, Ulin Nepi ka Sasab sebenarnya tidak memiliki arti tertentu, hanya karena acaranya hampir bersamaan tapi dilaksanakan di tiga tempat berbeda.

Kegiatan itu merupakan kerja sama BCCF dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, dalam rangka peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) sekaligus sebagai rangkaian acara resmi dari Helarfest 2015.

Acara itu, menurut Ira, berawal dari kegelisahan melihat tempat menarik semacam museum kurang digemari oleh anak-anak, sehingga dalam permainan ini tempat-tempat yang menjadi landmark dari Kota Bandung dipadukan dengan unsur-unsur seperti drama, petunjuk-petunjuk sebagai bagian dari permainan dan sebagainya.

Permainan yang ada di rangkaian acara Ulin Nepi ka Sasab cukup unik. Pada Ulin Bandung misalnya, anak-anak diminta untuk mencari petunjuk-petunjuk tertentu yang tersembunyi pada bangunan-bangunan di sekitar Bandung dan sudah ditempel oleh panitia sebelumnya, difoto kemudian diunggah melalui media sosial twitter milik kakak pengasuh tiap kelompok.

Selain itu, pada sesi-sesi berikutnya terdapat permainan yang melibatkan fasilitas pin location dalam peta via internet, lalu akan muncul pertanyaan tertentu berkaitan dengan lokasi tersebut. Untuk fasilitas tersebut, Helarfest bekerjasama dengan situs berjaringan petakita.com.

Rute yang digunakan tiap kelompok anak berbeda-beda, tapi semuanya mulai dari Cikapundung Timur, masuk ke Kantor Pos besar, lalu beberapa ada yang ke kantor Pikiran Rakyat dulu, ada yang ke museum KAA lebih dulu, lalu berikutnya ke museum Mandala Wangsit Siliwangi dan berakhir di kawasan Hutan Kota Babakan Siliwangi.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026