"Jangan khawatir, secara umum dari segi pasokan makanan aman, seperti beras masih dalam harga stabil dari awal tahun sampai sekarang," kata Asep Wahyu di Bandung, Jumat.
Asep menyebutkan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga seperti gula dan tomat. Harga stabil untuk kentang dan bawang putih sudah hampir seminggu harganya Rp14.000.
Kebutuhan pokok yang mengalami kecenderungan naik di antaranya cabai merah, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam.
Sejak dua hari lalu, kata Asep harga cabaimerah besar dari Rp10.000 naik menjadi Rp14.000. Sedangkan bawang merah cenderung naik terus. Saat ini harganya Rp17.000 naik jadi Rp18.000. Sedangkan harga eceran mulai dari Rp20.000 naik jadi Rp21.000.
Sama halnya daging ayam harganya melonjak tajam, di Pasar Caringin telah dua hari Rp34.000 naik jadi Rp35.000 dan di pasar kecil lainnya mencapai Rp38.000.
Telur ayam dari harga Rp17.300 jadi Rp17.500 dan harga eceran mencapai Rp18.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi mengalami fluktuatif, kemarin Rp87.000 dan hari ini paling tinggi mencapai Rp90.000 per kilogram.
Lain halnya dengan sayuran dan buah-buahan, perdagangannya antarkota dan provinsi. Hampir 90 persen kebutuhan Jawa Barat berasal dari Pasar Caringin.
"Ada beberapa faktor, yang menyebabkan harga kebutuhan pokok naik. Di antaranya gangguan distribusi, macet, perbaikan jalan dan kapasitas rumah potong hewan di Kota Bandung yang hanya memiliki lima RPH," katanya.
Kendala itu tuturnya, diakibatkan oleh pemasok yang menempuh jarak dan waktu yang lama. Karena misalnya, cabai merah dan bawang yang dipasok dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bisa melalui beberapa daerah, seperti Banjar, Cirebon dan Sumedang yang masih ada perbaikan jalan. Sedangkan telur ayam diakibatkan oleh harga bibit ayam (day old chicken) yang mahal mencapai Rp5.200.
Ia menambahkan kecenderungan fluktuatif harga kebutuhan pokok setiap menjelang bulan suci Ramadhan seperti ini mulai dari sebelum dan seminggu Ramadhan, puncaknya terjadi pada lebaran.***2***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.