IHSG ditutup melemah 21,12 poin atau 0,3 persen ke posisi 7.014,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,4 poin atau 0,34 persen ke posisi 1.000,96.
"Ada beberapa sentimen yang mempengaruhi IHSG hari ini antara lain sikap hati-hati investor menjelang keputusan terkait BI rate besok yang menurut konsensus akan naik 50 bps. Kemudian, sempat adanya ketegangan geopolitik pasca jatuhnya misil di Polandia (yang ternyata bukan milik Rusia) juga turut menjadi tambahan sentimen negatif di pasar," kata analis Indo Premier Sekuritas Mino saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pertengahan Oktober 2022 lalu memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,25 persen menjadi 4,75 persen, setelah pada bulan sebelumnya turut meningkatkan bunga acuan dengan besaran yang sama.
Selain bunga acuan, bank sentral juga menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4 persen dan 5,5 persen.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih belum mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,85 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor properti & real estat masing-masing minus 1,28 persen dan minus 1,03 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer masing-masing sebesar 1,28 persen dan 0,12 persen.
Pewarta: Citro AtmokoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.