Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menaruh perhatian khusus pada kenaikan inflasi di daerahnya yang berada di urutan ke-3 tingkat provinsi dan melebihi angka nasional dengan mengupayakan beberapa langkah koordinasi bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

Sekretaris Daerah Syarifah Sofiah saat dikonfirmasi di Kota Bogor, Selasa, mengatakan setelah rapat koordinasi tingkat nasional penanganan inflasi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual pada Senin (14/11) Pemerintah Kota Bogor bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) akan merumuskan langkah-langkah yang tepat.

"Angka inflasi Kota Bogor bulan November ada di angka 5,96 persen atau naik 0,02 persen dari bulan Oktober yang angkanya di 5,94 persen," ujar Syarifah.

Syarifah mengatakan, dengan angka inflasi 5,96 persen menempatkan Kota Bogor di posisi inflasi tertinggi ketiga se Jawa Barat setelah Kota Tasikmalaya di angka 6,57 persen dan Kota Depok 6,24 persen.

Angka inflasi Kota Bogor pun tercatat lebih tinggi dibanding angka inflasi Provinsi Jawa Barat dan nasional.

"Angka inflasi di Jabar 5,93 persen dan inflasi nasional 5,71 persen, jadi masih tinggi angka inflasi Kota Bogor," ujarnya.

Syarifah pun menyampaikan berbagai langkah-langkah kebijakan dan arahan pengendalian inflasi dari pemerintah pusat sudah dilakukan Kota Bogor. Mulai dari kerja sama dengan daerah lain, operasi pasar murah, peninjauan ke pasar sampai pemberian bantuan sosial berupa voucher BBM kepada ojek online dan sopir angkot imbas dari kenaikan BBM.

Pewarta: Linna Susanti
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026