IHSG ditutup menguat 56,87 poin atau 0,81 persen ke posisi 7.102,4. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,3 poin atau 0,92 persen ke posisi 1.015,28.
"Beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks hari ini yaitu data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022 yang lebih tinggi dari sebelumnya dan konsensus, naiknya beberapa harga komoditas, dan positifnya indeks di bursa Wall Street," kata analis Indo Premier Sekuritas Mino saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh tinggi pada triwulan III 2022, yakni 5,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) atau lebih tinggi dari triwulan II-2022 yang sebesar 5,45 persen (yoy).
Tren pertumbuhan ekonomi secara tahunan meningkat secara persisten selama empat kuartal berturut-turut, dengan tumbuh di atas 5 persen sejak triwulan IV 2021.
Dibuka menguat, IHSG langsung melemah dan terus berada di zona merah namun kembali menguat jelang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus bergerak naik dan berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat di mana sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,24 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi masing-masing 1,22 persen dan 0,92 persen.
Pewarta: Citro AtmokoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.