ANTARAJAWABARAT.com,8/3 - Pemutaran film domumenter tentang perdagangan perempuan dan anak-anak atau trafficking di Nusa Tenggara Timur mewarnai peringatan Hari Perempuan Sedunia 2012 di kampus Universitas Padjadjaran di Kota Bandung, Kamis.

"Kasus perdagangan orang di Indonesia sungguh mengkhawatirkan, seperti gunung es, angka yang tersembunyi di bawah permukaan lebih besar dari yang terungkap," kata Ketua Puslitbang Gender dan Anak LPPM Unpad Dr Nina Djustiana di kampus Unpad Bandung, Kamis.

Pemutaran film dokumenter tentang trafiking yang dibuat oleh Yayasan Jurnal Perempuan pada 2010 itu cukup menarik perhatian peserta peringatan yang sebagian besar mahasiswi dan dosen Unpad.

Menurut Nina, acara yang bertema `"Bergerak Hapus Perdagangan Manusia" mengusung perjuangan buruh perempuan pada abad ke-18 dalam melawan liberalisme yang salah satunya berdampak pada maraknya perdagangan manusia.

Acara ini bertujuan untuk sosialisasi hasil riset yang telah dilakukan Puslitbang Gender dan Anak (P3GA) LPPM Unpad tahun 2008-2011 tentang perdagangan manusia, khususnya perempuan dan anak.

Kegiatan yang digelar sehari itu juga menjadi ajang silaturahmi dengan beberapa satuan gugus tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di beberapa kabupaten dan kota seperti Cimahi, Sumedang, Garut dan Sukabumi dengan P3GA LPPM Unpad. ***3***
Ajat s


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026