Sejak berlakunya kemitraan komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia berpotensi meningkatkan produk ekspor di sektor otomotif, kayu dan turunannya termasuk kayu dan furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi dan peralatan elektronik.

Selain itu, ekspor otomotif ke Australia juga dinilai potensial karena penutupan pusat produksi GM Holden, Toyota pada 2017 dan Ford pada 2016, lapor Reuters.

Lebih lanjut, Bob Azam menjelaskan mobil berjenis sport utility vehicle (SUV) meliputi Fortuner, Rush dan Raize merupakan andalan ekspor mereka dengan pencapaian 90 ribu unit ekspor pada tahun lalu. Tipe sedan, hatchback, LCGC meliputi Vios, Yaris, Agya mencapai 62 ribu unit, sedangkan mobil multiguna (MPV) Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace) mencapai 36 ribu unit.

Produksi hybrid

Selain membidik ekspor ke Australia, TMMIN juga menyatakan akan memproduksi mobil bermesin hybrid di pabrik Karawang, Jawa Barat, mulai tahun ini. Mobil ramah lingkungan besutan TMMIN itu tidak hanya menyasar pasar domestik, melainkan akan disertakan sebagai produk ekspor.

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026