Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak kalangan elit politik agar tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa menyakiti kelompok atau golongan masyarakat tertentu serta memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Hari ini banyak 'statement-statement' terkait suku, agama, ras, bahasa yang memunculkan reaksi di masyarakat. Saya kira saatnya kita menahan diri dan memilih diksi yang tepat, jika 'statemen' kita berpotensi bisa menyakiti hati masyarakat, 'mbok' ya tidak dikeluarkan," kata Ganjar di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikan Ganjar merespon adanya pernyataan beberapa tokoh politik akhir-akhir ini yang menyinggung suku, agama, ras, dan bahasa.
Menurut Ganjar, kritik otokritik itu sesuatu yang menyehatkan, tapi jika pilihan diksi dan intonasi yang tidak tepat atau terlalu nyinyir, maka itu akan membuat penerimaan di masyarakat menjadi berbeda.
"Akhirnya reaksi muncul, di Jabar muncul, di Kalimantan muncul. Yuk kita yang dipercaya masyarakat, kita yang mengerti persoalan dan perasaan masyarakat, kita bicara yang baik yuk. Kritik boleh, tapi kalau kemudian apa yang disampaikan itu ada potensi menyakiti hati, lebih baik jangan dikeluarkan," ujarnya.
Ganjar menyebut pernyataan yang dikeluarkan kalangan elit politik itu kadang-kadang memiliki implikasi yang luar biasa sehingga yang terjadi justru hal yang kontraproduktif dan berdampak pada masyarakat.
"Pilih kata-kata yang baik, ada cara menyalurkan yang baik, ruang diskusi sangat terbuka. Itulah demokrasi, maka kita tahan dirilah, itu," katanya.
Pewarta: Wisnu Adhi NugrohoEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.