Kamis, 27 Juli 2017

DPRD Jabar Apresiasi Deklarasi Kampus Anti Radikalisme

id dprd,anti radikalisme
DPRD Jabar Apresiasi Deklarasi Kampus Anti Radikalisme
Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari. (istimewa)
Antarajabar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengapreasiasi langkah 44 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa Barat yang mendeklarasikan kampusnya sebagai pelopor anti gerakan radikalisme, beberapa waktu lalu.
        
"Deklarasi kampus sebagai pelopor gerakan anti radikalisme dan terorisme adalah langkah awal dan wujud antisipasi perguruan tinggi terhadap gerakan terorisme dan radikalisme," kata Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, ketika dihubungi melalui telepon, Minggu.
        
Ia berharap kedepannya ke-44 perguruan tinggi negeri dan swasta tersebut bisa segera melaksanakan program-program dari deklarasi gerakan anti radikalisme dan terorisme tersebut.
        
"Deklarasi kemarin itu awal maka seluruh kampus harus segera menyusun rencana aksinya sesegera mungkin," kata dia.
        
Menurut dia, perguruan tinggi sebagai tempat menghasilkan intelektual muda harus terbebas dari ajaran atau paham yang menyimpang seperti gerakan terorisme dan radikalisme.
        
"Saya mengajak seluruh perguruan tinggi di Jawa Barat untuk bersama-sama menyebarkan paham kebangsaan, persatuan dan kesatuan khususnya di Jabar dan kami siap menjadi pelopor," kata dia.
        
Selain itu, lanjut Ineu, DPRD Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh masyarakat di wilayah ini untuk waspada ikut serta melawan paham terorisme di lingkungannya dengan hal-hal kecil atau mudah.
        
"Hal kecil melawan teroris bisa dimulai dari lingkungan sekitar kita seperti kalau ada warga sekitar yang mencurigakan segera laporkan ke RT/RW atau aparat terdekat," kata dia.
        
Menurut dia, masyarakat harus lebih peka dengan kondisi di lingkungan sekitarnya jika ada warga yang mencurigakan.
        
"Jadi saya meminta kepada masyarakat bisa ikut serta menjaga dan waspada dari tindakan-tindakan yang mencurigakan dan membahayakan lingkungannya," kata Ineu.
    

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga